haaaahhh -__________-
#datang dari dalem lemari
annyeong readers!! ^^ saya bawa ff lagi nih... maklum blog ini khusus buat nyalurin bakat saya yang gak kesampean --" jadi curat coret saya begitu #kagak ada yang nanya. ff yg itu lanjutannya blum jadi pusing dah gue ngasuhnya #dibakar readers. oke oke dari pada kelamaan ntar saya dibakar saya mau post sekarang juga.
*GOOD BYE READERS ^^* (emang mau kemana si ini orang #abaikan)
Title : REAL LOVE
Main Cast :
· Choi
Minho ‘SHINee’
·
Lee
Taemin ‘SHINee’
· Park
Jiyeon ‘T-ara’
· Baek
Su ji a.k.a Suzy ‘Miss A’
Other Cast :
Other Cast :
· Cho
Kyuhyun ‘Super Junior’
· Park
Chaerin (fiksi)
Length : One Shoot
Genre : Romance, Sad, Little Friendship
Disclaimer :
Length : One Shoot
Genre : Romance, Sad, Little Friendship
Disclaimer :
Suzy
dan Minho berteman sejak kecil. Eomma dan appanya memang berteman baik. Semasa
sekolah dasar mereka selalu bersama. Enam tahun berlalu, Suzy pindah ke Jepang
bersama orang tuanya. Karena nenek Suzy meninggal dunia. Di Jepang dia bertemu
dengan Taemin saat dia kelas 2 SMP. Tiga tahun di Jepang, Suzy kembali ke korea
karena keadaan keluarga Appanya sudah membaik. Sejak kelas satu SMA dia
mengenal Jiyeon dan tak disangka Taemin juga masuk sekolah yang sama dan
kelasnya pun sama. Dan Minho juga berada disekolah yang sama. Awalnya Suzy
tidak mengenali Minho tapi dengan susah payah Minho mengingatkan Suzy tentang
dirinya. Hasilnya baik, Suzy sadar bahwa dia Minho teman masa kecilnya.
Masalah
muncul ketika Jiyeon menyukai Minho. Hati Suzy terasa perih, dia tidak mengerti
kenapa perasaannya seperti itu dan tidak menanggapinya dengan serius. Satu
bulan kemudian Jiyeon dan Minho berpacaran. Suzy yang tahu akan hal itu tiba
tiba saja menangis. Dia masih tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Minho
terpaksa menjadikan Jiyeon yeojachingunya. Itu semua demi eommanya Jiyeon.
Taemin yang selalu menghibur Suzy pun akhirnya jatuh cinta padanya. Dia
menyatakan perasaannya pada Suzy tapi Suzy tak menjawab dan langsung pergi
meninggalkan Taemin yang masih terdiam kaku ditempatnya.
Annyeong
haseyo ^.^! Ini FF One Shootku yang pertama. Ya sebenernya FF ke 5 aku tapi
yang lainnya belum tamat alias ber chaptered, hahahaha *ketawa*. Disini aku melibatkan member SHINee, Miss A
sama T-ara. Moga aja ceritanya nyambung plus kena sama genrenya. Disini Kyuhyun
sama Chaerin hanya sebagai pemain sampingan, hahaha mian oppa. Tokoh utamanya
mereka berempat tapi sebetulnya berdua sih.
Ya
udah dari pada saya banyak berceramah(?) disini, silahkan baca ff saya ini xD
^_^
Jangan
Copas yah karena ini murni dari pikiran dan hasil kerja otak kesayanganku
Happy
Reading ^^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
:: Author POV ::
Saranghae
Suzy, jeongmal saranghae… would you be my girlfriend?
Kalimat itu masih
terngiang dikepala Suzy, dia bingung apa yang harus dia lakukan pada Taemin
yang telah menyatakan cinta kepadanya. Dia tertunduk lesu memikirkan Minho,
orang yang dicintainya tapi sekarang dia milik sahabatnya, Jiyeon. Tetesan air
mata pun berjatuhan, ya.. Suzy menangis. Dia tidak mampu menahan rasa sakit di
hatinya itu.
****
::
Suzy POV ::
Eomma, appa.. apa yang harus aku lakukan? Gumamku sambil masih sibuk menangis. Aku tau seharusnya aku bahagia melihat Minho dan Jiyeon bersama, tapi kenapa? Ada apa dengan hati ini? Sungguh bertolak belakang dengan jalan pikiranku. Kudengar langkah kaki mendekati kamarku, aku langsung menghapus air mataku yang masih menempel dipipiku.
“Chagi, apa kau di dalam?” eomma?? Dia sudah pulang?. Aku pun segera menyambar pintu lalu membukanya, aku memeluk eommaku dengan erat. “Chagi? Waeyo? Ada apa denganmu?” Tanya eomma. Aku tetap bergeming tidak menjawab pertanyaan eommaku. Tiba tiba appa datang lalu menghampiri kami. “Chaerin, kenapa anak ini?” Tanya appa sambil mengelus elus kepalaku. “Entahlah, dia langsung memelukku” ah eomma, appa anakmu ini sedang sakit. Tepatnya disini, dihati kecil ini. Bagian dari tubuh manusia yang tak pernah aku mengerti.
:: Minho POV ::
Ternyata Taemin tidak main main dengan perkataannya. ‘Aku akan menyatakan perasaanku! Aku tak tega melihatnya terluka lebih dari ini!’. Aaarggghh! Aku benci ini. Kenapa harus Suzy yang kau sukai? Aku juga mencintainya Taemin. Hajiman, aku tidak bisa membiarkan Jiyeon menangis, eommanya menitipkan Jiyeon padaku. Appa Jiyeon sudah meninggal 2 tahun yang lalu, dan aku sebagai teman dekatnya dimintai untuk menjaganya, anggap saja eommanya ingin aku menjadi namjachingunya.
- Seoul Art High School -
:: Taemin POV ::
Pagi ini aku berniat menemui Suzy. Tapi aku tidak melihat dia disekitar sini, lalu aku mencarinya disetiap tempat di sekolah. Hasinya? Nihil. Aku malah menemukan Jiyeon.
“Annyeong Taemin! Apa kau melihat Minho?” tanyanya. Mwo? Minho tidak bersamanya? Yang benar saja!. Setahuku mereka berdua selalu menempel seperti karet dan aku benci dengan acting Minho yang buruk itu!. “Yaa! Kau melamun?” lanjutnya lagi yang mampu membuyarkan lamunanku. “Ah! Mianhae, aku juga tidak melihatnya” jawabku. “Ah,baiklah aku akan mencarinya lagi! Gomawo Taemin!” dia melangkahkan kakinya pergi menjauhiku. Kuhela nafasku setelah mengobrol dengannya tadi. Kemana Minho pergi?? Apa jangan jangan……
:: Suzy POV ::
Tempat ini sama seperti biasa, sejuk dan tenang. Aku suka tempat ini. Tempat ini adalah tempat dimana aku dan Minho menghabiskan waktu bersama. Ya tuhan, apa yang sedang aku pikirkan? Memikirkan hal yang gembira dengan namjachingu orang lain. Aku segera menepis bayangan ini dari otakku. Tiba tiba, kurasakan derap langkah kaki seseorang yang menghampiriku. Aku menoleh dan langsung menatap tak percaya. Minho? Benarkah itu kau?
:: Minho POV ::
Akhirnya aku menemukannya. Suzy aku tau kau pasti disini, kau masih mencintaiku dan aku juga sama. Tapi takdir memisahkan kita, aku tidak bisa berbuat banyak untukmu. Mianhae.
“Kenapa kau kemari?” Tanya Suzy dengan tatapan sinis. Yeoja yang aku cintai sekarang berubah menjadi yeoja dengan tatapan penuh kebencian. Ya.. aku tau kau benci padaku Baek Suzy. “Tolong, dengarkan aku dulu…..” ucapku. Dia hanya menatapku kasar. Seakan dia ingin menerkamku dengan lahap. “Mwo?” jawabnya singkat. “Apa Taemin menyatakan perasaannya padamu?” aku sengaja bertanya seperti ini. Aku ingin tau apa dia menerimanya atau tidak. “Jika memang ia dan aku menerimanya, wae?” jawabnya masih dengan tatapan penuh kebencian. Kulihat air mata terbendung dalam matanya yang indah itu. “Suzy-ah..” belum sempat aku melanjutkan perkataanku dia sudah bangun dari duduknya.
“Shillye! Aku mau pergi!” dengan cepat aku menarik tangannya dan mendekap erat tubuhnya itu. Dia meronta ronta minta dilepaskan tapi aku tak akan melepaskannya. “Lepaskan aku Choi Minho!!!” teriaknya. “Shireo! Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mau memberiku kesempatan untuk bicara Suzy!” jawabku panjang lebar. Akhirnya dia pasrah. “Nae! Sekarang lepaskan aku sebelum Jiyeon melihat kita!” ucapnya. Tapi tak disangka Jiyeon memperhatikan kami sedari tadi, aku menatap mata Jiyeon. Dia menangis, menangis karena aku menghianatinya. Ya tuhan! Apa yang telah aku lakukan?. “Jiyeon..” lirih Suzy yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Jiyeon berlari meninggalkanku dengan Suzy. “Minho!! Kau babo!!” dia melepas pelukanku dengan kasar, lalu berlari mengejar sahabatnya itu.
:: Jiyeon POV ::
Wae? Waeyo Minho?? Apa kau masih menyukai Suzy? Eommaku sudah menyuruhmu menemaniku untuk selamanya tapi apa yang kau lakukan? Kau malah berpelukkan dengan sahabatku sendiri. Kini aku berhenti berlari, tiba tiba ada yang datang menghampiriku.
“Jiyeon..” suara ini aku mengenalnya. Ya.. dia Suzy sahabatku yang seorang penghianat sekarang. Aku kecewa padanya, dia melanggar janjinya untuk tidak berhubungan lagi dengan Minho. Dia ingkar! Aku benci! Aku benci dia!.
*Flash Back On
“Kau menyukai Minho oppa kan Suzy?” tanyaku. Suzy terlihat kaget saat aku bertanya akan hal itu. Aku menatapnya menggenggam tangannya yang tadi sedang memegang segelas cappucinonya. “Jebal~, relakanlah Minho untukku” lanjutku. Dia masih bergeming. Tak mengucapkan sepatah kata apapun. “Jiyeon, apa maksudmu aku menyukai Minho? Aku tidak menyukainya, percayalah..” jawabnya. Suzy, jelas jelas kau menyukainya. Aku bisa melihatnya dari cara matamu memandang Minho saat itu. “Ah nae aku percaya padamu Suzy” bohong, jelas jelas aku masih tidak percaya dengan perkataannya.
*Flash Back End
“Mwo? Kenapa kau mengejarku? Harusnya Minho yang mengejarku!!!” teriakku. Dia hanya diam membisu melihat aku semarah ini. “Kau ingkar Suzy! Wae? Dulu aku sudah pernah bilang untuk tidak pernah bertemu lagi dengannya!! Jangan pernah kau mencintainya!!” aku berteriak lagi membuat Suzy angkat bicara. “Jiyeon, jebal~ jangan seperti ini” ucapnya. Akhirnya dia sadar juga. Jika dia belum sadar aku akan membunuhnya sekarang juga. “Nde baiklah! Aku mengakui semuanya! Aku memang mencintai Minho! Kau menang Jiyeon!” ucapnya sambil menangis. Aku tak peduli dengan tangisannya itu, aku sudah terlanjur sakit hati dibuatnya. Dan ternyata Minho datang dalam keadaan yang tepat. Jelaskan semua ini pahlawan pengkhianat?!!
:: Minho POV ::
“Nde baiklah! Aku mengakui semuanya! Aku memang mencintai Minho! Kau menang Jiyeon!” Mwo? Apa benar Suzy… ah andwe! Jangan sekarang Choi Minho! Aku mendekati Jiyeon mencoba mengajaknya bicara. “Jiyeon, aku akan menjelaskan semunya! Kajja!” aku menarik tangannya tapi dia berhasil melepaskan tangannya dari tangannku. “Shireo! Aku,, aku mencintaimu Minho!! Wae?? Wae??” rintihnya sambil menangis. Aku hanya bisa memeluknya. Meskipun aku tau Suzy ada disini aku yakin dia mengerti. Sepertinya dia mengucapkan sesuatu, ah kode itu. Dia menyuruhku pergi meninggalkannya. Aku segera meninggalkan Suzy lalu segera menenangkan Jiyeon yang amarahnya tak terkendali. Sebelum aku pergi aku melihat senyuman yang sangat membuatku miris melihatnya.
::
Author pov ::
Setahun berlalu setelah kejadian itu. Sekarang Suzy sedang kuliah di Seoul University sedangkan Minho pergi ke Belanda untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Taemin, dia satu kampus dengan Suzy tapi berbeda jurusan. Dan terakhir Jiyeon, dia pergi entah kemana bersama eommanya.
:: Suzy POV ::
Tak terasa hampir 2 tahun aku tak melihat Minho. Aku rindu padanya. Minho.. apa kau merindukanku juga?. Aku juga merindukan Jiyeon, merasa bersalah? Pasti! Aku telah merebut Minho darinya tapi apa daya aku memang mencintainya. Dan aku juga menyakiti Taemin. Tapi dia mengerti akan aku yang mencintai Minho dengan tulus. Dia hanya berpesan padaku, ‘jika ada masalah antara kau dan Minho, beritahukan padaku! Aku akan menghajarnya’ aku terkekeh kecil mengingatnya. Bulan ini musim salju menghiasi kota Seoul. Aku sangat menyukai musim salju, ada kenanganku bersama Minho sewaktu kecil.
“Suzy-ah!!” panggil seorang namja padaku. Aku menoleh ke arah sumber suara itu, dan aku sudah menduganya, dia temanku Lee Taemin. “Ada apa, Taemin?” ucapku. “Aniya! Ayo kita pulang, salju semakin lebat” jawabnya. “Kurasa kau salah, salju ini turun sesuai dengan suasana hatiku” jawabku tak kalah darinya. “Mwo? Noona yang satu ini memang babo!” ledeknya. “Aish! Aku kan tidak setua itu Taemin!” gertakku. Dia hanya tertawa mendengar perkataanku. Aku pun ikut tertawa juga.
Kuliah hari ini akhirnya berakhir, aku menghela nafas sebentar lalu menghembuskannya. Cuaca hari ini dingin sekali, gumamku. Aku segera membereskan barang barangku dan lalu bergegas pulang. Tak lupa aku menemui Taemin yang masih di kelasnya. “Taemin, ayo kita pulang!” ajakku. Dia menoleh. “Ah! Nae Suzy-ah! Tunggu sebentar!” dia membereskan barang barangnya. Aku hanya memperhatikannya dari luar kelas lalu memperhatikan butiran salju yang turun ke muka bumi ini.
'DDDRRRRTT DRRRRTT’
Ponselku berdering keras, kulihat layar ponselku ada satu panggilan dari… Minho? Gumamku kaget. Aku segera mengangkatnya. “Yeoboseyo?” ucapku. “Nado, Suzy-ah bisakah kau keluar dari kamarmu?” ucapnya. “Mwo? Kau.. “ aku segera membuka tirai jendelaku. Dan benar saja, Minho melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku segera keluar dari kamar dan menuruni tangga rumahku dengan tergesa gesa.
“Ya!! Kenapa kau tak memberitahuku kalau kau pulang? Aku kan bisa menjemputmu dibandara” ucapku. “Aku tidak mau merepotkanmu” jawabnya. “Kureyo?” tanyaku. “Nde” jawabnya singkat. “Aish kenapa aku tidak disuruh masuk?” ledek Minho. “Andwe! Disini saja, kan ada tempat duduk juga” ucapku. Dia mendekatiku dan memelukku dengan erat. Awalnya aku kaget tapi aku juga membalas pelukkannya itu. “Bogoshippoyo Suzy-ah” ucapnya hangat. “Nado, Minho” jawabku tak kalah lembut.
Eomma, appa.. apa yang harus aku lakukan? Gumamku sambil masih sibuk menangis. Aku tau seharusnya aku bahagia melihat Minho dan Jiyeon bersama, tapi kenapa? Ada apa dengan hati ini? Sungguh bertolak belakang dengan jalan pikiranku. Kudengar langkah kaki mendekati kamarku, aku langsung menghapus air mataku yang masih menempel dipipiku.
“Chagi, apa kau di dalam?” eomma?? Dia sudah pulang?. Aku pun segera menyambar pintu lalu membukanya, aku memeluk eommaku dengan erat. “Chagi? Waeyo? Ada apa denganmu?” Tanya eomma. Aku tetap bergeming tidak menjawab pertanyaan eommaku. Tiba tiba appa datang lalu menghampiri kami. “Chaerin, kenapa anak ini?” Tanya appa sambil mengelus elus kepalaku. “Entahlah, dia langsung memelukku” ah eomma, appa anakmu ini sedang sakit. Tepatnya disini, dihati kecil ini. Bagian dari tubuh manusia yang tak pernah aku mengerti.
:: Minho POV ::
Ternyata Taemin tidak main main dengan perkataannya. ‘Aku akan menyatakan perasaanku! Aku tak tega melihatnya terluka lebih dari ini!’. Aaarggghh! Aku benci ini. Kenapa harus Suzy yang kau sukai? Aku juga mencintainya Taemin. Hajiman, aku tidak bisa membiarkan Jiyeon menangis, eommanya menitipkan Jiyeon padaku. Appa Jiyeon sudah meninggal 2 tahun yang lalu, dan aku sebagai teman dekatnya dimintai untuk menjaganya, anggap saja eommanya ingin aku menjadi namjachingunya.
- Seoul Art High School -
:: Taemin POV ::
Pagi ini aku berniat menemui Suzy. Tapi aku tidak melihat dia disekitar sini, lalu aku mencarinya disetiap tempat di sekolah. Hasinya? Nihil. Aku malah menemukan Jiyeon.
“Annyeong Taemin! Apa kau melihat Minho?” tanyanya. Mwo? Minho tidak bersamanya? Yang benar saja!. Setahuku mereka berdua selalu menempel seperti karet dan aku benci dengan acting Minho yang buruk itu!. “Yaa! Kau melamun?” lanjutnya lagi yang mampu membuyarkan lamunanku. “Ah! Mianhae, aku juga tidak melihatnya” jawabku. “Ah,baiklah aku akan mencarinya lagi! Gomawo Taemin!” dia melangkahkan kakinya pergi menjauhiku. Kuhela nafasku setelah mengobrol dengannya tadi. Kemana Minho pergi?? Apa jangan jangan……
:: Suzy POV ::
Tempat ini sama seperti biasa, sejuk dan tenang. Aku suka tempat ini. Tempat ini adalah tempat dimana aku dan Minho menghabiskan waktu bersama. Ya tuhan, apa yang sedang aku pikirkan? Memikirkan hal yang gembira dengan namjachingu orang lain. Aku segera menepis bayangan ini dari otakku. Tiba tiba, kurasakan derap langkah kaki seseorang yang menghampiriku. Aku menoleh dan langsung menatap tak percaya. Minho? Benarkah itu kau?
:: Minho POV ::
Akhirnya aku menemukannya. Suzy aku tau kau pasti disini, kau masih mencintaiku dan aku juga sama. Tapi takdir memisahkan kita, aku tidak bisa berbuat banyak untukmu. Mianhae.
“Kenapa kau kemari?” Tanya Suzy dengan tatapan sinis. Yeoja yang aku cintai sekarang berubah menjadi yeoja dengan tatapan penuh kebencian. Ya.. aku tau kau benci padaku Baek Suzy. “Tolong, dengarkan aku dulu…..” ucapku. Dia hanya menatapku kasar. Seakan dia ingin menerkamku dengan lahap. “Mwo?” jawabnya singkat. “Apa Taemin menyatakan perasaannya padamu?” aku sengaja bertanya seperti ini. Aku ingin tau apa dia menerimanya atau tidak. “Jika memang ia dan aku menerimanya, wae?” jawabnya masih dengan tatapan penuh kebencian. Kulihat air mata terbendung dalam matanya yang indah itu. “Suzy-ah..” belum sempat aku melanjutkan perkataanku dia sudah bangun dari duduknya.
“Shillye! Aku mau pergi!” dengan cepat aku menarik tangannya dan mendekap erat tubuhnya itu. Dia meronta ronta minta dilepaskan tapi aku tak akan melepaskannya. “Lepaskan aku Choi Minho!!!” teriaknya. “Shireo! Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mau memberiku kesempatan untuk bicara Suzy!” jawabku panjang lebar. Akhirnya dia pasrah. “Nae! Sekarang lepaskan aku sebelum Jiyeon melihat kita!” ucapnya. Tapi tak disangka Jiyeon memperhatikan kami sedari tadi, aku menatap mata Jiyeon. Dia menangis, menangis karena aku menghianatinya. Ya tuhan! Apa yang telah aku lakukan?. “Jiyeon..” lirih Suzy yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Jiyeon berlari meninggalkanku dengan Suzy. “Minho!! Kau babo!!” dia melepas pelukanku dengan kasar, lalu berlari mengejar sahabatnya itu.
:: Jiyeon POV ::
Wae? Waeyo Minho?? Apa kau masih menyukai Suzy? Eommaku sudah menyuruhmu menemaniku untuk selamanya tapi apa yang kau lakukan? Kau malah berpelukkan dengan sahabatku sendiri. Kini aku berhenti berlari, tiba tiba ada yang datang menghampiriku.
“Jiyeon..” suara ini aku mengenalnya. Ya.. dia Suzy sahabatku yang seorang penghianat sekarang. Aku kecewa padanya, dia melanggar janjinya untuk tidak berhubungan lagi dengan Minho. Dia ingkar! Aku benci! Aku benci dia!.
*Flash Back On
“Kau menyukai Minho oppa kan Suzy?” tanyaku. Suzy terlihat kaget saat aku bertanya akan hal itu. Aku menatapnya menggenggam tangannya yang tadi sedang memegang segelas cappucinonya. “Jebal~, relakanlah Minho untukku” lanjutku. Dia masih bergeming. Tak mengucapkan sepatah kata apapun. “Jiyeon, apa maksudmu aku menyukai Minho? Aku tidak menyukainya, percayalah..” jawabnya. Suzy, jelas jelas kau menyukainya. Aku bisa melihatnya dari cara matamu memandang Minho saat itu. “Ah nae aku percaya padamu Suzy” bohong, jelas jelas aku masih tidak percaya dengan perkataannya.
*Flash Back End
“Mwo? Kenapa kau mengejarku? Harusnya Minho yang mengejarku!!!” teriakku. Dia hanya diam membisu melihat aku semarah ini. “Kau ingkar Suzy! Wae? Dulu aku sudah pernah bilang untuk tidak pernah bertemu lagi dengannya!! Jangan pernah kau mencintainya!!” aku berteriak lagi membuat Suzy angkat bicara. “Jiyeon, jebal~ jangan seperti ini” ucapnya. Akhirnya dia sadar juga. Jika dia belum sadar aku akan membunuhnya sekarang juga. “Nde baiklah! Aku mengakui semuanya! Aku memang mencintai Minho! Kau menang Jiyeon!” ucapnya sambil menangis. Aku tak peduli dengan tangisannya itu, aku sudah terlanjur sakit hati dibuatnya. Dan ternyata Minho datang dalam keadaan yang tepat. Jelaskan semua ini pahlawan pengkhianat?!!
:: Minho POV ::
“Nde baiklah! Aku mengakui semuanya! Aku memang mencintai Minho! Kau menang Jiyeon!” Mwo? Apa benar Suzy… ah andwe! Jangan sekarang Choi Minho! Aku mendekati Jiyeon mencoba mengajaknya bicara. “Jiyeon, aku akan menjelaskan semunya! Kajja!” aku menarik tangannya tapi dia berhasil melepaskan tangannya dari tangannku. “Shireo! Aku,, aku mencintaimu Minho!! Wae?? Wae??” rintihnya sambil menangis. Aku hanya bisa memeluknya. Meskipun aku tau Suzy ada disini aku yakin dia mengerti. Sepertinya dia mengucapkan sesuatu, ah kode itu. Dia menyuruhku pergi meninggalkannya. Aku segera meninggalkan Suzy lalu segera menenangkan Jiyeon yang amarahnya tak terkendali. Sebelum aku pergi aku melihat senyuman yang sangat membuatku miris melihatnya.
****
Setahun berlalu setelah kejadian itu. Sekarang Suzy sedang kuliah di Seoul University sedangkan Minho pergi ke Belanda untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Taemin, dia satu kampus dengan Suzy tapi berbeda jurusan. Dan terakhir Jiyeon, dia pergi entah kemana bersama eommanya.
:: Suzy POV ::
Tak terasa hampir 2 tahun aku tak melihat Minho. Aku rindu padanya. Minho.. apa kau merindukanku juga?. Aku juga merindukan Jiyeon, merasa bersalah? Pasti! Aku telah merebut Minho darinya tapi apa daya aku memang mencintainya. Dan aku juga menyakiti Taemin. Tapi dia mengerti akan aku yang mencintai Minho dengan tulus. Dia hanya berpesan padaku, ‘jika ada masalah antara kau dan Minho, beritahukan padaku! Aku akan menghajarnya’ aku terkekeh kecil mengingatnya. Bulan ini musim salju menghiasi kota Seoul. Aku sangat menyukai musim salju, ada kenanganku bersama Minho sewaktu kecil.
“Suzy-ah!!” panggil seorang namja padaku. Aku menoleh ke arah sumber suara itu, dan aku sudah menduganya, dia temanku Lee Taemin. “Ada apa, Taemin?” ucapku. “Aniya! Ayo kita pulang, salju semakin lebat” jawabnya. “Kurasa kau salah, salju ini turun sesuai dengan suasana hatiku” jawabku tak kalah darinya. “Mwo? Noona yang satu ini memang babo!” ledeknya. “Aish! Aku kan tidak setua itu Taemin!” gertakku. Dia hanya tertawa mendengar perkataanku. Aku pun ikut tertawa juga.
****
Kuliah hari ini akhirnya berakhir, aku menghela nafas sebentar lalu menghembuskannya. Cuaca hari ini dingin sekali, gumamku. Aku segera membereskan barang barangku dan lalu bergegas pulang. Tak lupa aku menemui Taemin yang masih di kelasnya. “Taemin, ayo kita pulang!” ajakku. Dia menoleh. “Ah! Nae Suzy-ah! Tunggu sebentar!” dia membereskan barang barangnya. Aku hanya memperhatikannya dari luar kelas lalu memperhatikan butiran salju yang turun ke muka bumi ini.
****
'DDDRRRRTT DRRRRTT’
Ponselku berdering keras, kulihat layar ponselku ada satu panggilan dari… Minho? Gumamku kaget. Aku segera mengangkatnya. “Yeoboseyo?” ucapku. “Nado, Suzy-ah bisakah kau keluar dari kamarmu?” ucapnya. “Mwo? Kau.. “ aku segera membuka tirai jendelaku. Dan benar saja, Minho melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku segera keluar dari kamar dan menuruni tangga rumahku dengan tergesa gesa.
“Ya!! Kenapa kau tak memberitahuku kalau kau pulang? Aku kan bisa menjemputmu dibandara” ucapku. “Aku tidak mau merepotkanmu” jawabnya. “Kureyo?” tanyaku. “Nde” jawabnya singkat. “Aish kenapa aku tidak disuruh masuk?” ledek Minho. “Andwe! Disini saja, kan ada tempat duduk juga” ucapku. Dia mendekatiku dan memelukku dengan erat. Awalnya aku kaget tapi aku juga membalas pelukkannya itu. “Bogoshippoyo Suzy-ah” ucapnya hangat. “Nado, Minho” jawabku tak kalah lembut.
Cinta tidak bisa
dipaksakan begitu saja. Mau kau menghalangi dengan cara apapun cinta sejati itu
akan menyatu dengan sendirinya. Jadi, jangan pernah menentukan cinta seenaknya.
THE END
akhirnya ff ini selesai juga #ngelap keringat -_-
maklumlah masih pemula.
mianhae jika cerita ini membosankan ngapain juga kalian baca hahahahaha xD #plaaakk
oke gomawo buat yang udah nyempetin(?) baca ni ff ke 2 ku yang di post
dan akhir kata
gomawoooo
#bow bareng kyuhyun





