Sabtu, 07 Januari 2012

FF ~ "REAL LOVE"

haaaahhh -__________-
#datang dari dalem lemari

annyeong readers!! ^^ saya bawa ff lagi nih... maklum blog ini khusus buat nyalurin bakat saya yang gak kesampean --" jadi curat coret saya begitu #kagak ada yang nanya. ff yg itu lanjutannya blum jadi pusing dah gue ngasuhnya #dibakar readers. oke oke dari pada kelamaan ntar saya dibakar saya mau post sekarang juga.

*GOOD BYE READERS ^^* (emang mau kemana si ini orang #abaikan)






 Title : REAL LOVE

 Main Cast :
·      Choi Minho ‘SHINee’
·      Lee Taemin ‘SHINee’
·      Park Jiyeon ‘T-ara’
·      Baek Su ji a.k.a Suzy ‘Miss A’
       Other Cast :
·      Cho Kyuhyun ‘Super Junior’
·      Park Chaerin (fiksi)
       Length : One Shoot
       Genre : Romance, Sad, Little Friendship
       Disclaimer :
Suzy dan Minho berteman sejak kecil. Eomma dan appanya memang berteman baik. Semasa sekolah dasar mereka selalu bersama. Enam tahun berlalu, Suzy pindah ke Jepang bersama orang tuanya. Karena nenek Suzy meninggal dunia. Di Jepang dia bertemu dengan Taemin saat dia kelas 2 SMP. Tiga tahun di Jepang, Suzy kembali ke korea karena keadaan keluarga Appanya sudah membaik. Sejak kelas satu SMA dia mengenal Jiyeon dan tak disangka Taemin juga masuk sekolah yang sama dan kelasnya pun sama. Dan Minho juga berada disekolah yang sama. Awalnya Suzy tidak mengenali Minho tapi dengan susah payah Minho mengingatkan Suzy tentang dirinya. Hasilnya baik, Suzy sadar bahwa dia Minho teman masa kecilnya. 
Masalah muncul ketika Jiyeon menyukai Minho. Hati Suzy terasa perih, dia tidak mengerti kenapa perasaannya seperti itu dan tidak menanggapinya dengan serius. Satu bulan kemudian Jiyeon dan Minho berpacaran. Suzy yang tahu akan hal itu tiba tiba saja menangis. Dia masih tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Minho terpaksa menjadikan Jiyeon yeojachingunya. Itu semua demi eommanya Jiyeon. Taemin yang selalu menghibur Suzy pun akhirnya jatuh cinta padanya. Dia menyatakan perasaannya pada Suzy tapi Suzy tak menjawab dan langsung pergi meninggalkan Taemin yang masih terdiam kaku ditempatnya.





Annyeong haseyo ^.^! Ini FF One Shootku yang pertama. Ya sebenernya FF ke 5 aku tapi yang lainnya belum tamat alias ber chaptered, hahahaha *ketawa*.  Disini aku melibatkan member SHINee, Miss A sama T-ara. Moga aja ceritanya nyambung plus kena sama genrenya. Disini Kyuhyun sama Chaerin hanya sebagai pemain sampingan, hahaha mian oppa. Tokoh utamanya mereka berempat tapi sebetulnya berdua sih.
Ya udah dari pada saya banyak berceramah(?) disini, silahkan baca ff saya ini xD ^_^

Jangan Copas yah karena ini murni dari pikiran dan hasil kerja otak kesayanganku

Happy Reading ^^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

 :: Author POV ::

Saranghae Suzy, jeongmal saranghae… would you be my girlfriend?

Kalimat itu masih terngiang dikepala Suzy, dia bingung apa yang harus dia lakukan pada Taemin yang telah menyatakan cinta kepadanya. Dia tertunduk lesu memikirkan Minho, orang yang dicintainya tapi sekarang dia milik sahabatnya, Jiyeon. Tetesan air mata pun berjatuhan, ya.. Suzy menangis. Dia tidak mampu menahan rasa sakit di hatinya itu.

****
 ::  Suzy POV ::


Eomma, appa.. apa yang harus aku lakukan? Gumamku sambil masih sibuk menangis. Aku tau seharusnya aku bahagia melihat Minho dan Jiyeon bersama, tapi kenapa? Ada apa dengan hati ini? Sungguh bertolak belakang dengan jalan pikiranku. Kudengar langkah kaki mendekati kamarku, aku langsung menghapus air mataku yang masih menempel dipipiku.


“Chagi, apa kau di dalam?” eomma?? Dia sudah pulang?. Aku pun segera menyambar pintu lalu membukanya, aku memeluk eommaku dengan erat. “Chagi? Waeyo? Ada apa denganmu?” Tanya eomma. Aku tetap bergeming tidak menjawab pertanyaan eommaku. Tiba tiba appa datang lalu menghampiri kami. “Chaerin, kenapa anak ini?” Tanya appa sambil mengelus elus kepalaku. “Entahlah, dia langsung memelukku” ah eomma, appa anakmu ini sedang sakit. Tepatnya disini, dihati kecil ini. Bagian dari tubuh manusia yang tak pernah aku mengerti.


:: Minho POV ::


Ternyata Taemin tidak main main dengan perkataannya. ‘Aku akan menyatakan perasaanku! Aku tak tega melihatnya terluka lebih dari ini!’. Aaarggghh! Aku benci ini. Kenapa harus Suzy yang kau sukai? Aku juga mencintainya Taemin. Hajiman, aku tidak bisa membiarkan Jiyeon menangis, eommanya menitipkan Jiyeon padaku. Appa Jiyeon sudah meninggal 2 tahun yang lalu, dan aku sebagai teman dekatnya dimintai untuk menjaganya, anggap saja eommanya ingin aku menjadi namjachingunya.


-  Seoul Art High School  -
:: Taemin POV ::
Pagi ini aku berniat menemui Suzy. Tapi aku tidak melihat dia disekitar sini, lalu aku mencarinya disetiap tempat di sekolah. Hasinya? Nihil. Aku malah menemukan Jiyeon.

“Annyeong Taemin! Apa kau melihat Minho?” tanyanya. Mwo? Minho tidak bersamanya? Yang benar saja!. Setahuku mereka berdua selalu menempel seperti karet dan aku benci dengan acting Minho yang buruk itu!. “Yaa! Kau melamun?” lanjutnya lagi yang mampu membuyarkan lamunanku. “Ah! Mianhae, aku juga tidak melihatnya” jawabku. “Ah,baiklah aku akan mencarinya lagi! Gomawo Taemin!” dia melangkahkan kakinya pergi menjauhiku. Kuhela nafasku setelah mengobrol dengannya tadi. Kemana Minho pergi?? Apa jangan jangan……


:: Suzy POV ::


Tempat ini sama seperti biasa, sejuk dan tenang. Aku suka tempat ini. Tempat ini adalah tempat dimana aku dan Minho menghabiskan waktu bersama. Ya tuhan, apa yang sedang aku pikirkan? Memikirkan hal yang gembira dengan namjachingu orang lain. Aku segera menepis bayangan ini dari otakku. Tiba tiba, kurasakan derap langkah kaki seseorang yang menghampiriku. Aku menoleh dan langsung menatap tak percaya. Minho? Benarkah itu kau?


:: Minho POV ::
Akhirnya aku menemukannya. Suzy aku tau kau pasti disini, kau masih mencintaiku dan aku juga sama. Tapi takdir memisahkan kita, aku tidak bisa berbuat banyak untukmu. Mianhae.

“Kenapa kau kemari?” Tanya Suzy dengan tatapan sinis. Yeoja yang aku cintai sekarang berubah menjadi yeoja dengan tatapan penuh kebencian. Ya.. aku tau kau benci padaku Baek Suzy. “Tolong, dengarkan aku dulu…..” ucapku. Dia hanya menatapku kasar. Seakan dia ingin menerkamku dengan lahap. “Mwo?” jawabnya singkat. “Apa Taemin menyatakan perasaannya padamu?” aku sengaja bertanya seperti ini. Aku ingin tau apa dia menerimanya atau tidak. “Jika memang ia dan aku menerimanya, wae?” jawabnya masih dengan tatapan penuh kebencian. Kulihat air mata terbendung dalam matanya yang indah itu. “Suzy-ah..” belum sempat aku melanjutkan perkataanku dia sudah bangun dari duduknya.

“Shillye! Aku mau pergi!” dengan cepat aku menarik tangannya dan mendekap erat tubuhnya itu. Dia meronta ronta minta dilepaskan tapi aku tak akan melepaskannya. “Lepaskan aku Choi Minho!!!” teriaknya. “Shireo! Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mau memberiku kesempatan untuk bicara Suzy!” jawabku panjang lebar. Akhirnya dia pasrah. “Nae! Sekarang lepaskan aku sebelum Jiyeon melihat kita!” ucapnya. Tapi tak disangka Jiyeon memperhatikan kami sedari tadi, aku menatap mata Jiyeon. Dia menangis, menangis karena aku menghianatinya. Ya tuhan! Apa yang telah aku lakukan?. “Jiyeon..” lirih Suzy yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Jiyeon berlari meninggalkanku dengan Suzy. “Minho!! Kau babo!!” dia melepas pelukanku dengan kasar, lalu berlari mengejar sahabatnya itu.


:: Jiyeon POV ::


Wae? Waeyo Minho?? Apa kau masih menyukai Suzy? Eommaku sudah menyuruhmu menemaniku untuk selamanya tapi apa yang kau lakukan? Kau malah berpelukkan dengan sahabatku sendiri. Kini aku berhenti berlari, tiba tiba ada yang datang menghampiriku.

“Jiyeon..” suara ini aku mengenalnya. Ya.. dia Suzy sahabatku yang seorang penghianat sekarang. Aku kecewa padanya, dia melanggar janjinya untuk tidak berhubungan lagi dengan Minho. Dia ingkar! Aku benci! Aku benci dia!.


*Flash Back On


“Kau menyukai Minho oppa kan Suzy?” tanyaku. Suzy terlihat kaget saat aku bertanya akan hal itu. Aku menatapnya menggenggam tangannya yang tadi sedang memegang segelas cappucinonya. “Jebal~, relakanlah Minho untukku” lanjutku. Dia masih bergeming. Tak mengucapkan sepatah kata apapun. “Jiyeon, apa maksudmu aku menyukai Minho? Aku tidak menyukainya, percayalah..” jawabnya. Suzy, jelas jelas kau menyukainya. Aku bisa melihatnya dari cara matamu memandang Minho saat itu. “Ah nae aku percaya padamu Suzy” bohong, jelas jelas aku masih tidak percaya dengan perkataannya.

*Flash Back End


“Mwo? Kenapa kau mengejarku? Harusnya Minho yang mengejarku!!!” teriakku. Dia hanya diam membisu melihat aku semarah ini. “Kau ingkar Suzy! Wae? Dulu aku sudah pernah bilang untuk tidak pernah bertemu lagi dengannya!! Jangan pernah kau mencintainya!!” aku berteriak lagi membuat Suzy angkat bicara. “Jiyeon, jebal~ jangan seperti ini” ucapnya. Akhirnya dia sadar juga. Jika dia belum sadar aku akan membunuhnya sekarang juga. “Nde baiklah! Aku mengakui semuanya! Aku memang mencintai Minho! Kau menang Jiyeon!” ucapnya sambil menangis. Aku tak peduli dengan tangisannya itu, aku sudah terlanjur sakit hati dibuatnya. Dan ternyata Minho datang dalam keadaan yang tepat. Jelaskan semua ini pahlawan pengkhianat?!!


:: Minho POV ::

 “Nde baiklah! Aku mengakui semuanya! Aku memang mencintai Minho! Kau menang Jiyeon!” Mwo? Apa benar Suzy… ah andwe! Jangan sekarang Choi Minho! Aku mendekati Jiyeon mencoba mengajaknya bicara. “Jiyeon, aku akan menjelaskan semunya! Kajja!” aku menarik tangannya tapi dia berhasil melepaskan tangannya dari tangannku. “Shireo! Aku,, aku mencintaimu Minho!! Wae?? Wae??” rintihnya sambil menangis. Aku hanya bisa memeluknya. Meskipun aku tau Suzy ada disini aku yakin dia mengerti. Sepertinya dia mengucapkan sesuatu, ah kode itu. Dia menyuruhku pergi meninggalkannya. Aku segera meninggalkan Suzy lalu segera menenangkan Jiyeon yang amarahnya tak terkendali. Sebelum aku pergi aku melihat senyuman yang sangat membuatku miris melihatnya.


 ****

:: Author pov ::


Setahun berlalu setelah kejadian itu. Sekarang Suzy sedang kuliah di Seoul University sedangkan Minho pergi ke Belanda untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Taemin, dia satu kampus dengan Suzy tapi berbeda jurusan. Dan terakhir Jiyeon, dia pergi entah kemana bersama eommanya.


:: Suzy POV ::


Tak terasa hampir 2 tahun aku tak melihat Minho. Aku rindu padanya. Minho.. apa kau merindukanku juga?. Aku juga merindukan Jiyeon, merasa bersalah? Pasti! Aku telah merebut Minho darinya tapi apa daya aku memang mencintainya. Dan aku juga menyakiti Taemin. Tapi dia mengerti akan aku yang mencintai Minho dengan tulus. Dia hanya berpesan padaku, ‘jika ada masalah antara kau dan Minho, beritahukan padaku! Aku akan menghajarnya’ aku terkekeh kecil mengingatnya. Bulan ini musim salju menghiasi kota Seoul. Aku sangat menyukai musim salju, ada kenanganku bersama Minho sewaktu kecil.


“Suzy-ah!!” panggil seorang namja padaku. Aku menoleh ke arah sumber suara itu, dan aku sudah menduganya, dia temanku Lee Taemin. “Ada apa, Taemin?” ucapku. “Aniya! Ayo kita pulang, salju semakin lebat” jawabnya. “Kurasa kau salah, salju ini turun sesuai dengan suasana hatiku” jawabku tak kalah darinya. “Mwo? Noona yang satu ini memang babo!” ledeknya. “Aish! Aku kan tidak setua itu Taemin!” gertakku. Dia hanya tertawa mendengar perkataanku. Aku pun ikut tertawa juga. 

****


Kuliah hari ini akhirnya berakhir, aku menghela nafas sebentar lalu menghembuskannya. Cuaca hari ini dingin sekali, gumamku. Aku segera membereskan barang barangku dan lalu bergegas pulang. Tak lupa aku menemui Taemin yang masih di kelasnya. “Taemin, ayo kita pulang!” ajakku. Dia menoleh. “Ah! Nae Suzy-ah! Tunggu sebentar!” dia membereskan barang barangnya. Aku hanya memperhatikannya dari luar kelas lalu memperhatikan butiran salju yang turun ke muka bumi ini.


****

 
'DDDRRRRTT         DRRRRTT’


Ponselku berdering keras, kulihat layar ponselku ada satu panggilan dari… Minho? Gumamku kaget. Aku segera mengangkatnya. “Yeoboseyo?” ucapku. “Nado, Suzy-ah bisakah kau keluar dari kamarmu?” ucapnya. “Mwo? Kau.. “ aku segera membuka tirai jendelaku. Dan benar saja, Minho melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku segera keluar dari kamar dan menuruni tangga rumahku dengan tergesa gesa.


“Ya!! Kenapa kau tak memberitahuku kalau kau pulang? Aku kan bisa menjemputmu dibandara” ucapku. “Aku tidak mau merepotkanmu” jawabnya. “Kureyo?” tanyaku. “Nde” jawabnya singkat. “Aish kenapa aku tidak disuruh masuk?” ledek Minho. “Andwe! Disini saja, kan ada tempat duduk juga” ucapku. Dia mendekatiku dan memelukku dengan erat. Awalnya aku kaget tapi aku juga membalas pelukkannya itu. “Bogoshippoyo Suzy-ah” ucapnya hangat. “Nado, Minho” jawabku tak kalah lembut.



Cinta tidak bisa dipaksakan begitu saja. Mau kau menghalangi dengan cara apapun cinta sejati itu akan menyatu dengan sendirinya. Jadi, jangan pernah menentukan cinta seenaknya.





THE END



akhirnya ff ini selesai juga #ngelap keringat -_-
maklumlah masih pemula.
mianhae jika cerita ini membosankan ngapain juga kalian baca hahahahaha xD #plaaakk
oke gomawo buat yang udah nyempetin(?) baca ni ff ke 2 ku yang di post

dan akhir kata
gomawoooo
#bow bareng kyuhyun


Sabtu, 05 November 2011

FF "Don't Touch My Girl"

Annyeong haseyo : D! kali ini aku mau berbagi fanfic. Fanfic hampir sama kaya cerpen tapi disini melibatkan bias kita sebagai castnya. Dari pada lama lama ayo kita liat : D. Oh iya lupa! mian kalau ada salah kata di ff aku ini ^_^ maklum baru belajar..... Cekidot


                   Oh iya dilarang copypaste yah.... kalau mau minta ijin dulu :)
                             gomawo !! tinggalkan jejakmu di post komen ya



Don’t Touch My Girl




Cast :
          No Min Woo ‘Boyfriend’                                    
          Jo Kwang Min ‘Boyfriend’                                  
          Jo Young Min ‘Boyfriend’                                 
          Kim Dong Hyun ‘Boyfriend’                              
          Hyun Seong ‘Boyfriend’                                    
          Lee Jeong Min ‘Boyfriend’
          Sulli ‘f(x)’
          Suzy ‘Miss A’
          Yoona ‘SNSD'
          Kahi ‘After School’

<< Bandara Internasional Seoul

          Min Woo baru saja sampai di Seoul, Korea Selatan. Dia baru saja menyelesaikan studynya di Amerika. Karena ia anak dari direktur perusahaan ternama di Korea, maka namanya tidak asing lagi bagi orang lain. 

“Kau tau ayahku dimana?” tanya Min Woo pada salah satu pengawalnya.

“Tuan sedang ada urusan penting, jadi beliau tidak dapat hadir disini”

“Selalu saja begitu!” ucap Min Woo marah.

          Dia melangkahkan kakinya menuju mobil mewah berwarna hitam yang ia beli dengan penghasilannya sendiri. Selain menjalani studynya di Amerika, Min Woo juga berusaha mendapatkan penghasilan sendiri dengan membuka web shop di internet.


Min Woo _part_

          Aku merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Kasur empuk dan lembut ini sudah menjadi kasur yang penuh dengan pengalaman. Dulu, aku dan ayah bermain disini. Sekarang semua hanyalah kenangan, aku hidup di kesendirian dimana ayahku sendiri pun hampir tak memperdulikanku. Tiba tiba I-phoneku berbunyi, dan kulihat sms dari Kwang Min. 

“Bisakah kau menemuiku sekarang? Aku rindu padamu hyung

Tubuhku yang lelah ini akhirnya bangun dari kasur yang empuk itu. Mengambil jasku yang telah aku lemparkan ke kursi tadi. Ada yang membuatku merasa resah saat ingin menemui Kwang Min, yaitu yeoja yang bernama Sulli.


Kwang Min _part_

          Ku harap Min Woo tidak kaget saat ku bilang, aku dan Sulli pacaran. Aku tau dulu dia mengharapkan yeojaku ini, tapi Sulli sudah terlanjur sakit atas sikap Min Woo yang dingin. Hanya Yoona yang mengerti perasaan Min Woo. Dan Yoona juga ternyata menyukainya. Dulu aku juga menyukai Yoona, tapi sekarang aku memiliki Sulli. Yeoja yang aku pilih dengan penuh rasa kasih sayang.

Waeyo, chagi?” tanya yeojaku itu.

Anio..” ucapku pelan.

“Kau yakin akan menemui Min Woo?”  
 
“Ya tentu saja. Kau mau ikut?”

“Kurasa tidak. Aku lebih baik pergi bersama Kahi ke toko bunga siang ini”

“Kau mau memberikanku bunga?” tanyaku menggodanya.

“Huh! Babo! Tentu saja tidak, bunga itu untuk menghiasi kamarku!”

“Tega sekali kau ini”

“Hahaha.. anio chagi! Aku hanya bercanda. Titip salam pada hyungmu ya?”

Nae, Chagi! Apa tidak ada yang ingin kau berikan padaku?” tanyaku penasaran.

Ani.. memangnya kau mau apa?” 

Opseoyo! Lupakan itu!”

“Hmm.. kau ini, ya sudah selamat bersenang senang namjaku! 
Annyeong!!”

Nae

          Melihat punggungnya yang kecil itu pergi akupun tersenyum. Aku selalu bersyukur dan merasa beruntung memilikinya. Dia baik dan perhatian padaku. Entah ungkapan apa yang harus aku perdengarkan untukknya. Yang jelas aku mencintainya.


Sulli _part_

          Aku pergi meninggalkan namjaku disebuah apartemen di lantai 5. “Mianhae Kwang Min, sebenarnya aku masih belum melupakan Min Woo” ucapku dalam hati. Aku ingin kau tau tapi aku tak tega melihat wajahmu yang sedang terluka. Dan aku juga tau dulu kau menyukai yeoja itu. Karena kau tau dia menyukai Min Woo kau melepaskannya dan melupakan perasaanmu terhadap yeoja itu. Aku berpikir, mungkin jika aku melakukan hal yang sama dengan Kwang Min aku akan bahagia. Akhirnya memang benar, aku bersamanya sungguh bahagia. Tapi, ada saat dimana aku merasakan penyesalan di dalam hati kecilku.
          Taxi pun datang menghampiriku. Aku segera naik dan duduk didalam. Menunggu taxi ini membawaku ke rumah Kahi, sahabatku. Ku harap dia berada dalam posisi yang memungkinkanku untuk menceritakan semua masalah ini padanya.
>>> Kahi’s Home

“Sulli? Kau lama sekali!” ucap Kahi ketus padaku.

 “Hehe.. mianhae Kahi, aku menemui namjaku dulu tadi”

“Semakin lekat saja hubunganmu dengan namja itu. Tidak ada masalah kan?”

“Tidak. Malah berjalan lancar, tapi ada satu masalah yang ingin aku ceritakan”

“Hmm.. aku mengerti. Masuklah akan kubuatkan teh hijau untukmu”

Gomawo

          Kahi meninggalkanku di ruang tamu yang luas nan indah. Kahi adalah cucu dari ketua salah satu perusahaan yang terkenal di Korea, jadi pantas saja gaya hidupnya agak mewah. Walaupun sebenarnya Kahi tidak ingin ditakdirkan jadi orang kaya. Malah dia pernah bepikir “Jika aku adalah rakyat biasa, aku tidak akan terjebak di dalam pusaran angin yang sangat membingungkan ini”. Ya begitulah Kahi. Menyesali apa yang sudah terjadi, tapi itu hanya berlaku pada saat dia sedang sedih.


Min Woo _part_

          Di sudut Cafe Coffee ini aku duduk. Menikmati sejuknya udara segar dari alam, sambil menunggu pesananku datang. Tak lupa juga aku menunggu namdongsaengku disini. Tak lama kemudian aku melihat seorang namja mendekatiku. Dan kulihat dia, tak salah lagi itu Kwang Min. Dia memang selembut dulu, selalu saja datang dengan senyuman.

“Sejak kapan hyung menungguku disini?” tanya namdongsaengku ini.

“Tidak lama, sekitar 30 menit” jawabku.

Aighoo! Mianhae hyung! Aku sedikit terlambat”

 “Ghwenchanayo namdongsaeng

Gomawo hyung. Kau baru saja pulang kan?”

Nae, sekitar pukul 8 pagi tadi aku sampai di Seol”

“Apa studymu di Amerika menyenangkan?”

“Tentu saja. Disana aku belajar banyak hal, dan aku juga membuat web shop”

Jeongmal? Aku ingin menemanimu sewaktu kau disana hyung

“Kau ini selalu bersikap seperti anak kecil”

          Aku ingin menanyakan yeoja itu pada Kwang Min. Tapi kurasa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Apa benar kau dan yeoja itu pacaran?

“Kwang Min, aku ingin menanyakan sesuatu padamu”

Mwo, hyung?

“Kau dengan yeoja itu pacaran?”

Mw..mwo? hyu,,hyung tau dari mana?”

          Dalam sekejap hatiku menjadi kosong, tak kusangka bahwa kabar itu benar adanya. Namdongsaengku, kenapa kau berpacaran dengannya? Padahal aku masih menyukainya. Ingin aku memarahimu, tapi aku tidak berhak melakukannya. Karena yeoja itu bukan pacarku. Perasaan menyesalku tumbuh lagi, kenapa aku menyianyiakan yeoja itu dulu?. Bukan maksudku menghindari pernyataan cintanya tapi aku tidak ingin dia disentuh oleh laki laki manapun. Sekarang pun aku tak tau harus bilang apa. Lalu suara Kwang Min mengagetkanku.

Hyung!! Hyung!! Kau melamun?”

Mwo namdongsaeng? Ah! Mianhae! Aku sedang tidak sehat hari ini”

“Kalau hyung sakit kenapa datang kesini? Harusnya kan pergi ke dokter”

Ani, namdongsaeng! Ghwenchanayo!

Mianhae hyung!

          Katanya barusan membuatku kaget mendengarnya. Apakah dia mau mengakui semuanya. Semua yang terjadi 2 tahun yang lalu saat aku tak ada?.

Waeyo? Kau tidak melakukan kesalahan apapun”
 
“Aku dan Sulli... memang sudah berpacaran”

Jeongmal? Oh aku senang mendengarnya namdongsaengku! Congrat!

Hyung.. apa kau tidak marah padaku?”

Mwo? Marah? Untuk apa? Aku kan kakakmu, aku tidak boleh 
memarahimu”

“Tapi hyung, aku merasa tidak enak hati padamu”

Nae. Ghwenchanayo namdongsaeng! Fighting!

Nae hyung” ucapan akhir Kwang Min sambil menunduk padaku.

          Aku sengaja menutupi rasa sakit hati dan kecewa ini. Demi melihat namdongsaengku bahagia, biarlah dia dulu yang merasakan bahagianya cinta.


Kwang Min _part_

          Aku tidak tau lagi harus berbuat apa, jadi aku ceritakan terus terang saja pada hyungku itu. Daripada aku melukainya lebih jauh, lebih baik melukainya sekarang. Tapi luka itu akan segera hilang! Aku yakin itu.

Hyung, Sulli memberikan salam padamu” ucapku pelan.

Jeongmal? Hmm.. nae aku terima salamnya. Sampaikan salam balikku juga”

Nae, hyung. Em.. apa hyung hari ini tidak ada acara?”

“Kurasa tidak. Tunggu sebentar aku akan melihat jadwalku dulu”

Nae

          Hyungku memang sibuk. Apalagi ayahnya, hyung dan ayahnya benar benar mirip. Tapi terkadang hyung menunjukkan wajah kesepiannya padaku, itu
membuatku sedih juga.

Mianhae, namdongsaeng. Aku ada jadwal pukul 4 nanti. Lain kali saja ya?”

“Hmm.. arasseo hyung! Eh, sekarang sudah jam setengah empat sore hyung!”

Joengmal?? Aigoo!! Aku harus cepat cepat pergi sebelum terlambat!”

Nae, hyung. Biar aku yang bayar semuanya”

Gomawo namdongsaeng! Aku pergi dulu ya! Annyeong!!

          Aku tersenyum melihat kepergian hyungku itu, meninggalkanku sendiri di kursi ini. Tapi aku merasa bahagia melihat hyungku yang sekarang. Hangat, penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. Tak lupa juga, dia tambah keren bila dilihat dari dekat. Aku sedikit iri padanya.

>> 2 hari kemudian..


Suzy _part_

          Pagi ini aku pergi mengunjungi sahabat lamaku, Yoona. Aku ingin segera menemuinya, karena aku sudah kangen sekali padanya. Dia sangat berharga bagiku, hanya dia satu satunya anggota keluarga dalam hidupku sekarang.

“Kau mau berangkat sekarang?” tanya seorang namja padaku.

Nae, mwo? Kau tidak suka aku pergi?” jawabku pada namja itu.

Anio.. aku hanya bertanya. Ini pukul 9 tepat loh”

Ghwenchanayo! Dia sudah bangun pukul 8 tepat, hyung!”

          Ya, namja itu adalah kakakku. Namanya Kim Donghyun. Bukan kakak kandungku sih, aku diadopsi oleh keluarga kakakku ini. Mereka sangat baik padaku, tidak ada perhatian khusus antara aku dan kakakku, aku juga jadi punya adik.

Arasseo. Kau pasti sangat merindukannya?”

Nae, hyung! Sangat sangat merindukannya! Sudah 1 tahun tak jumpa”

“Sudahlah! Sana pergi!”

Nae! Aku pergi dulu hyung! Annyeong!

          Ku kayuh sepeda baruku yang kubeli bersama hyungku tersayang. Ya meskipun bukan kubeli dari uangku sendiri tapi aku senang. Hanya saja mereka membelikan sepeda yang terlalu bagus untukku, jadi aku selalu hati hati saat memakainya. Tak terasa aku sudah sampai di rumah Yoona. Rumahnya yang sekarang terasa berbeda, rumah ini penuh dengan pepohonan, aku menyukainya.

Annyeong hasseo!!” ucapku di depan pintu rumahnya.

Nae. Eh? Suzy?? Sejak kapan kau... waa!! Aku rindu sekali padamu!!”
 Yoona memelukku dengan erat. Tak kusangka dia merindukanku juga.

“Aku juga, Yoona. Oh iya, ammamu dimana? Aku ingin bertemu?”

Amma, sedang pergi ke London. Dia ingin belajar mendesain pakaian disana”

“Oh.. arasseo, Yoona. Ottokhe jhinaeseyo?

Jhal jhinaeyo, Suzy. Bagaimana denganmu?”

“Sama denganmu”

“Syukurlah kalau begitu. Oh iya, kau mau minum apa?”

“Aku ingin capucinno saja”

Nae, akan kubuatkan untukmu. Tunggu sebentar ya?”

Nae

          Aku sedikit iri dengan Yoona, sahabatku ini. Dia mempunyai keluarga yang hangat, meskipun tanpa appa dia tetap tegar. Sedangkan aku? Aku hanya bisa menangis dan mencoba untuk sedikit lebih tegar dalam menghadapi masalah maupun tekanan batin yang aku alami. Aku harap Yoona tidak merasakan apa yang aku rasakan.


 >>> rumah Min Woo

         Minwo duduk didekat jendela. Melihat pemandangan alam yang indah dari lantai atas kamarnya. Ayah Min Woo memang sangat kaya, jadi jangan aneh jika Min Woo memiliki rumah sendiri. Tapi sekarang dia berada di rumah appanya.

“Tuan muda!” suara ketukan pintu yang diketuk oleh salah seorang pelayan.

Mwo? Masuk saja”

Nae. Tuan menyuruhku memanggil tuan muda”

“Hm.. baiklah. Aku segera turun. Tunggu sebentar”

“Baik”

          Min Woo menghela nafas panjang. Dia berpikir apa yang akan appanya katakan padanya. Apakah tentang perjodohan lagi? Dia merasa bosan dengan perilaku appanya yang seperti itu. Dia sudah cukup dewasa untuk memilih pasangan hidupnya sendiri.
          Dia pergi menuju ruangan appanya yang amat luas itu. Memasuki ruangan appanya, membuat dia tidak enak hati. Serasa ada makhluk aneh di dekat appanya, karena appanya juga sedikit humoris.

Waeyo appa memanggilku?” tanya Min Woo pada appanya.

“Duduklah, Min Woo. Ayah ingin kau mendengar sesuatu yang penting”

Nae, appa” Min Woo pun duduk di kursi ayahnya.

“Kau sudah menemukan tempat kerja yang bagus?”

Mwo? Tempat kerja? Appa, aku sedang menikmati usahaku di web shop!”

Nae, ayah mengerti. Tapi kau tidak akan selalu bergantung pada usahamu itu?”

“Aku tau itu, appa. Tapi ini hidupku! Aku ingin menjalaninya sendiri”

“Hmm.. kau memiliki pendirian yang teguh, anakku”

Mw..mwo?”

“Ayah tak habis habisnya menyuruhmu ini dan itu. Dan kau mempertahankannya”

“Jadi appa tidak akan menyuruhku mencari tempat kerja lagi kan?”

“Tidak, nak. Terserah padamu, dan juga pasangan hidupmu kau pilih sendiri”

Jeongmal, appa? Ohh aku senang sekali!! Kamshamnida appa!

Nae. Min Woo”

To Be Continued.... ^^



           kalau mau dilanjutin banyak banyak komen ya :) kamsahamnida udah mampir di blog sederhanaku ini.











Selasa, 23 Agustus 2011

Saranghae "Korea"

tararara.... tadi ngbahas TIK, sekarang ngebahas my super duper idola aja ya?? hahahaha :D

oke,, dia adalaaahh... SUPER JUNIOR..




cinta banget saya sama suju #bahasa formal ... plaakk. Ya, disamping personilnya yang ganteng-ganteng ditambah suaranya yang merdu #lukiraburung--"# yang membuat seluruh dunia mengaguminya.. personil suju terdiri dari 13 orang, sang leader Leeteuk #mychagi..digebuginfansleeteuk# yang sangat kocak dan juga imut.. #hahahaha.. nyengir sendiri# lalu ada si kulit susu putih yaitu Heechul, ada si subur yaiu Shindong dan Kangin #dipukuloppa..T-T#, si kalem yang menghanyutkan Kyuhyun, Ryeowook, Hangin, Kibum, my sweet heart Donghae #dikejarwarga# Sungmin, Kibum, Siwon dan Eunhyuk.. tapi sayang Hangin dan Kibum hilang ditelan bumi dan entah sedang apa mereka disana.. mungkin refreshing ya?.. ^^

Suju ini berasal dari SM Entertaiment, satu manejemen sama SHINee, Girl's Generation (SNSD), F(x). pertama kalau gak salah #bimbang# lagu pertama mereka adalah Twins (Knock Out) yah disana gaya mereka masih rancung rancung gimana gitu, tapi kan kegantengannya gak tertutupi.. kyaaaa xD..
terus mereka ngeluarin album comeback yang sangat mengguncang dunia, yaitu "Sorry Sorry". lagunya yang easylistening dan videonya yang waaaww keren membuat orang susah menolaknya..

dan ternyata tahun 2011 ini Suju bakalan fakum deh.. #perkiraan.
soalnya, sang leader sekaligus chagiku kan mau wamil (wajib militer) huhuhu T_T sama si kulit susu putih Kim Heechul #halaaahh -____-. tapi my sweet heart Donghae bilang : "Kami gak akan jadi begini bila para ELF gak mendukung kami, mungkin kami akan kekurangan personil yang penting, tapi kami coba mempromosikan album ini dengan sebaik-baiknya. maukah para ELF menunggu sampai waktunya tiba??" ............ perkataannya itu looohh.. menusuk hati.. hahahaha #plaakk.. ya udh deh kita tunggu comebacknya nanti ya...
SARANGHAE SUJU!!! :D















Perkenalan. . .

hai hai.. salam kenal.. :)

annyeong haseo , pertama tama perkenalkan namaku Dea Rachmania S, kalian bisa memanggilku dea atau ade. tujuanku membuat blog untuk memenuhi tugas dari guruku , hahahaha #diserbuwargasekampung#.
oh iya, aku sangat suka sekali hal-hal yang berbau Korea, aku suka lagunya, dramanya dan artis-artinya..

Jepang juga tak ketinggalan. hobiku membaca komik maupun buku #sebenarnya gak terlalu suka buku pelajaran habisnya tebel-tebel sih, hahahah ( xD )..

ayo ayo, kita mulai saja ya, kali ini aku akan membahas tentang materi pelajaranku dulu, yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi.
yang pertama ini dia....
     komputer..... siapa sih jaman sekarang yang gak kenal sama komputer?? ini udah jadi salah satu barang atau perangkat yang sekarang sering kita lihat, kalau dulu sih komputer ini gedenyaaaa... minta ampun..
 karena jaman udah berkembang, komputer dikembangkan dengan lebih bagus lagi, bahkan kini semua orang bisa membawa komputer kemana mana. ya... namanya laptop, ada juga sih i-pad.. tapinya kan harganya gak kejangkau sama kelas menengah atau kelas bawah..

hari ini cukup sekian, karena materinya belum kepikiran.. hahahaha :D #digebugin satu kampung
dadah dadahh.. good bye.. gomawoo !!! :))