Sabtu, 05 November 2011

FF "Don't Touch My Girl"

Annyeong haseyo : D! kali ini aku mau berbagi fanfic. Fanfic hampir sama kaya cerpen tapi disini melibatkan bias kita sebagai castnya. Dari pada lama lama ayo kita liat : D. Oh iya lupa! mian kalau ada salah kata di ff aku ini ^_^ maklum baru belajar..... Cekidot


                   Oh iya dilarang copypaste yah.... kalau mau minta ijin dulu :)
                             gomawo !! tinggalkan jejakmu di post komen ya



Don’t Touch My Girl




Cast :
          No Min Woo ‘Boyfriend’                                    
          Jo Kwang Min ‘Boyfriend’                                  
          Jo Young Min ‘Boyfriend’                                 
          Kim Dong Hyun ‘Boyfriend’                              
          Hyun Seong ‘Boyfriend’                                    
          Lee Jeong Min ‘Boyfriend’
          Sulli ‘f(x)’
          Suzy ‘Miss A’
          Yoona ‘SNSD'
          Kahi ‘After School’

<< Bandara Internasional Seoul

          Min Woo baru saja sampai di Seoul, Korea Selatan. Dia baru saja menyelesaikan studynya di Amerika. Karena ia anak dari direktur perusahaan ternama di Korea, maka namanya tidak asing lagi bagi orang lain. 

“Kau tau ayahku dimana?” tanya Min Woo pada salah satu pengawalnya.

“Tuan sedang ada urusan penting, jadi beliau tidak dapat hadir disini”

“Selalu saja begitu!” ucap Min Woo marah.

          Dia melangkahkan kakinya menuju mobil mewah berwarna hitam yang ia beli dengan penghasilannya sendiri. Selain menjalani studynya di Amerika, Min Woo juga berusaha mendapatkan penghasilan sendiri dengan membuka web shop di internet.


Min Woo _part_

          Aku merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Kasur empuk dan lembut ini sudah menjadi kasur yang penuh dengan pengalaman. Dulu, aku dan ayah bermain disini. Sekarang semua hanyalah kenangan, aku hidup di kesendirian dimana ayahku sendiri pun hampir tak memperdulikanku. Tiba tiba I-phoneku berbunyi, dan kulihat sms dari Kwang Min. 

“Bisakah kau menemuiku sekarang? Aku rindu padamu hyung

Tubuhku yang lelah ini akhirnya bangun dari kasur yang empuk itu. Mengambil jasku yang telah aku lemparkan ke kursi tadi. Ada yang membuatku merasa resah saat ingin menemui Kwang Min, yaitu yeoja yang bernama Sulli.


Kwang Min _part_

          Ku harap Min Woo tidak kaget saat ku bilang, aku dan Sulli pacaran. Aku tau dulu dia mengharapkan yeojaku ini, tapi Sulli sudah terlanjur sakit atas sikap Min Woo yang dingin. Hanya Yoona yang mengerti perasaan Min Woo. Dan Yoona juga ternyata menyukainya. Dulu aku juga menyukai Yoona, tapi sekarang aku memiliki Sulli. Yeoja yang aku pilih dengan penuh rasa kasih sayang.

Waeyo, chagi?” tanya yeojaku itu.

Anio..” ucapku pelan.

“Kau yakin akan menemui Min Woo?”  
 
“Ya tentu saja. Kau mau ikut?”

“Kurasa tidak. Aku lebih baik pergi bersama Kahi ke toko bunga siang ini”

“Kau mau memberikanku bunga?” tanyaku menggodanya.

“Huh! Babo! Tentu saja tidak, bunga itu untuk menghiasi kamarku!”

“Tega sekali kau ini”

“Hahaha.. anio chagi! Aku hanya bercanda. Titip salam pada hyungmu ya?”

Nae, Chagi! Apa tidak ada yang ingin kau berikan padaku?” tanyaku penasaran.

Ani.. memangnya kau mau apa?” 

Opseoyo! Lupakan itu!”

“Hmm.. kau ini, ya sudah selamat bersenang senang namjaku! 
Annyeong!!”

Nae

          Melihat punggungnya yang kecil itu pergi akupun tersenyum. Aku selalu bersyukur dan merasa beruntung memilikinya. Dia baik dan perhatian padaku. Entah ungkapan apa yang harus aku perdengarkan untukknya. Yang jelas aku mencintainya.


Sulli _part_

          Aku pergi meninggalkan namjaku disebuah apartemen di lantai 5. “Mianhae Kwang Min, sebenarnya aku masih belum melupakan Min Woo” ucapku dalam hati. Aku ingin kau tau tapi aku tak tega melihat wajahmu yang sedang terluka. Dan aku juga tau dulu kau menyukai yeoja itu. Karena kau tau dia menyukai Min Woo kau melepaskannya dan melupakan perasaanmu terhadap yeoja itu. Aku berpikir, mungkin jika aku melakukan hal yang sama dengan Kwang Min aku akan bahagia. Akhirnya memang benar, aku bersamanya sungguh bahagia. Tapi, ada saat dimana aku merasakan penyesalan di dalam hati kecilku.
          Taxi pun datang menghampiriku. Aku segera naik dan duduk didalam. Menunggu taxi ini membawaku ke rumah Kahi, sahabatku. Ku harap dia berada dalam posisi yang memungkinkanku untuk menceritakan semua masalah ini padanya.
>>> Kahi’s Home

“Sulli? Kau lama sekali!” ucap Kahi ketus padaku.

 “Hehe.. mianhae Kahi, aku menemui namjaku dulu tadi”

“Semakin lekat saja hubunganmu dengan namja itu. Tidak ada masalah kan?”

“Tidak. Malah berjalan lancar, tapi ada satu masalah yang ingin aku ceritakan”

“Hmm.. aku mengerti. Masuklah akan kubuatkan teh hijau untukmu”

Gomawo

          Kahi meninggalkanku di ruang tamu yang luas nan indah. Kahi adalah cucu dari ketua salah satu perusahaan yang terkenal di Korea, jadi pantas saja gaya hidupnya agak mewah. Walaupun sebenarnya Kahi tidak ingin ditakdirkan jadi orang kaya. Malah dia pernah bepikir “Jika aku adalah rakyat biasa, aku tidak akan terjebak di dalam pusaran angin yang sangat membingungkan ini”. Ya begitulah Kahi. Menyesali apa yang sudah terjadi, tapi itu hanya berlaku pada saat dia sedang sedih.


Min Woo _part_

          Di sudut Cafe Coffee ini aku duduk. Menikmati sejuknya udara segar dari alam, sambil menunggu pesananku datang. Tak lupa juga aku menunggu namdongsaengku disini. Tak lama kemudian aku melihat seorang namja mendekatiku. Dan kulihat dia, tak salah lagi itu Kwang Min. Dia memang selembut dulu, selalu saja datang dengan senyuman.

“Sejak kapan hyung menungguku disini?” tanya namdongsaengku ini.

“Tidak lama, sekitar 30 menit” jawabku.

Aighoo! Mianhae hyung! Aku sedikit terlambat”

 “Ghwenchanayo namdongsaeng

Gomawo hyung. Kau baru saja pulang kan?”

Nae, sekitar pukul 8 pagi tadi aku sampai di Seol”

“Apa studymu di Amerika menyenangkan?”

“Tentu saja. Disana aku belajar banyak hal, dan aku juga membuat web shop”

Jeongmal? Aku ingin menemanimu sewaktu kau disana hyung

“Kau ini selalu bersikap seperti anak kecil”

          Aku ingin menanyakan yeoja itu pada Kwang Min. Tapi kurasa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Apa benar kau dan yeoja itu pacaran?

“Kwang Min, aku ingin menanyakan sesuatu padamu”

Mwo, hyung?

“Kau dengan yeoja itu pacaran?”

Mw..mwo? hyu,,hyung tau dari mana?”

          Dalam sekejap hatiku menjadi kosong, tak kusangka bahwa kabar itu benar adanya. Namdongsaengku, kenapa kau berpacaran dengannya? Padahal aku masih menyukainya. Ingin aku memarahimu, tapi aku tidak berhak melakukannya. Karena yeoja itu bukan pacarku. Perasaan menyesalku tumbuh lagi, kenapa aku menyianyiakan yeoja itu dulu?. Bukan maksudku menghindari pernyataan cintanya tapi aku tidak ingin dia disentuh oleh laki laki manapun. Sekarang pun aku tak tau harus bilang apa. Lalu suara Kwang Min mengagetkanku.

Hyung!! Hyung!! Kau melamun?”

Mwo namdongsaeng? Ah! Mianhae! Aku sedang tidak sehat hari ini”

“Kalau hyung sakit kenapa datang kesini? Harusnya kan pergi ke dokter”

Ani, namdongsaeng! Ghwenchanayo!

Mianhae hyung!

          Katanya barusan membuatku kaget mendengarnya. Apakah dia mau mengakui semuanya. Semua yang terjadi 2 tahun yang lalu saat aku tak ada?.

Waeyo? Kau tidak melakukan kesalahan apapun”
 
“Aku dan Sulli... memang sudah berpacaran”

Jeongmal? Oh aku senang mendengarnya namdongsaengku! Congrat!

Hyung.. apa kau tidak marah padaku?”

Mwo? Marah? Untuk apa? Aku kan kakakmu, aku tidak boleh 
memarahimu”

“Tapi hyung, aku merasa tidak enak hati padamu”

Nae. Ghwenchanayo namdongsaeng! Fighting!

Nae hyung” ucapan akhir Kwang Min sambil menunduk padaku.

          Aku sengaja menutupi rasa sakit hati dan kecewa ini. Demi melihat namdongsaengku bahagia, biarlah dia dulu yang merasakan bahagianya cinta.


Kwang Min _part_

          Aku tidak tau lagi harus berbuat apa, jadi aku ceritakan terus terang saja pada hyungku itu. Daripada aku melukainya lebih jauh, lebih baik melukainya sekarang. Tapi luka itu akan segera hilang! Aku yakin itu.

Hyung, Sulli memberikan salam padamu” ucapku pelan.

Jeongmal? Hmm.. nae aku terima salamnya. Sampaikan salam balikku juga”

Nae, hyung. Em.. apa hyung hari ini tidak ada acara?”

“Kurasa tidak. Tunggu sebentar aku akan melihat jadwalku dulu”

Nae

          Hyungku memang sibuk. Apalagi ayahnya, hyung dan ayahnya benar benar mirip. Tapi terkadang hyung menunjukkan wajah kesepiannya padaku, itu
membuatku sedih juga.

Mianhae, namdongsaeng. Aku ada jadwal pukul 4 nanti. Lain kali saja ya?”

“Hmm.. arasseo hyung! Eh, sekarang sudah jam setengah empat sore hyung!”

Joengmal?? Aigoo!! Aku harus cepat cepat pergi sebelum terlambat!”

Nae, hyung. Biar aku yang bayar semuanya”

Gomawo namdongsaeng! Aku pergi dulu ya! Annyeong!!

          Aku tersenyum melihat kepergian hyungku itu, meninggalkanku sendiri di kursi ini. Tapi aku merasa bahagia melihat hyungku yang sekarang. Hangat, penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. Tak lupa juga, dia tambah keren bila dilihat dari dekat. Aku sedikit iri padanya.

>> 2 hari kemudian..


Suzy _part_

          Pagi ini aku pergi mengunjungi sahabat lamaku, Yoona. Aku ingin segera menemuinya, karena aku sudah kangen sekali padanya. Dia sangat berharga bagiku, hanya dia satu satunya anggota keluarga dalam hidupku sekarang.

“Kau mau berangkat sekarang?” tanya seorang namja padaku.

Nae, mwo? Kau tidak suka aku pergi?” jawabku pada namja itu.

Anio.. aku hanya bertanya. Ini pukul 9 tepat loh”

Ghwenchanayo! Dia sudah bangun pukul 8 tepat, hyung!”

          Ya, namja itu adalah kakakku. Namanya Kim Donghyun. Bukan kakak kandungku sih, aku diadopsi oleh keluarga kakakku ini. Mereka sangat baik padaku, tidak ada perhatian khusus antara aku dan kakakku, aku juga jadi punya adik.

Arasseo. Kau pasti sangat merindukannya?”

Nae, hyung! Sangat sangat merindukannya! Sudah 1 tahun tak jumpa”

“Sudahlah! Sana pergi!”

Nae! Aku pergi dulu hyung! Annyeong!

          Ku kayuh sepeda baruku yang kubeli bersama hyungku tersayang. Ya meskipun bukan kubeli dari uangku sendiri tapi aku senang. Hanya saja mereka membelikan sepeda yang terlalu bagus untukku, jadi aku selalu hati hati saat memakainya. Tak terasa aku sudah sampai di rumah Yoona. Rumahnya yang sekarang terasa berbeda, rumah ini penuh dengan pepohonan, aku menyukainya.

Annyeong hasseo!!” ucapku di depan pintu rumahnya.

Nae. Eh? Suzy?? Sejak kapan kau... waa!! Aku rindu sekali padamu!!”
 Yoona memelukku dengan erat. Tak kusangka dia merindukanku juga.

“Aku juga, Yoona. Oh iya, ammamu dimana? Aku ingin bertemu?”

Amma, sedang pergi ke London. Dia ingin belajar mendesain pakaian disana”

“Oh.. arasseo, Yoona. Ottokhe jhinaeseyo?

Jhal jhinaeyo, Suzy. Bagaimana denganmu?”

“Sama denganmu”

“Syukurlah kalau begitu. Oh iya, kau mau minum apa?”

“Aku ingin capucinno saja”

Nae, akan kubuatkan untukmu. Tunggu sebentar ya?”

Nae

          Aku sedikit iri dengan Yoona, sahabatku ini. Dia mempunyai keluarga yang hangat, meskipun tanpa appa dia tetap tegar. Sedangkan aku? Aku hanya bisa menangis dan mencoba untuk sedikit lebih tegar dalam menghadapi masalah maupun tekanan batin yang aku alami. Aku harap Yoona tidak merasakan apa yang aku rasakan.


 >>> rumah Min Woo

         Minwo duduk didekat jendela. Melihat pemandangan alam yang indah dari lantai atas kamarnya. Ayah Min Woo memang sangat kaya, jadi jangan aneh jika Min Woo memiliki rumah sendiri. Tapi sekarang dia berada di rumah appanya.

“Tuan muda!” suara ketukan pintu yang diketuk oleh salah seorang pelayan.

Mwo? Masuk saja”

Nae. Tuan menyuruhku memanggil tuan muda”

“Hm.. baiklah. Aku segera turun. Tunggu sebentar”

“Baik”

          Min Woo menghela nafas panjang. Dia berpikir apa yang akan appanya katakan padanya. Apakah tentang perjodohan lagi? Dia merasa bosan dengan perilaku appanya yang seperti itu. Dia sudah cukup dewasa untuk memilih pasangan hidupnya sendiri.
          Dia pergi menuju ruangan appanya yang amat luas itu. Memasuki ruangan appanya, membuat dia tidak enak hati. Serasa ada makhluk aneh di dekat appanya, karena appanya juga sedikit humoris.

Waeyo appa memanggilku?” tanya Min Woo pada appanya.

“Duduklah, Min Woo. Ayah ingin kau mendengar sesuatu yang penting”

Nae, appa” Min Woo pun duduk di kursi ayahnya.

“Kau sudah menemukan tempat kerja yang bagus?”

Mwo? Tempat kerja? Appa, aku sedang menikmati usahaku di web shop!”

Nae, ayah mengerti. Tapi kau tidak akan selalu bergantung pada usahamu itu?”

“Aku tau itu, appa. Tapi ini hidupku! Aku ingin menjalaninya sendiri”

“Hmm.. kau memiliki pendirian yang teguh, anakku”

Mw..mwo?”

“Ayah tak habis habisnya menyuruhmu ini dan itu. Dan kau mempertahankannya”

“Jadi appa tidak akan menyuruhku mencari tempat kerja lagi kan?”

“Tidak, nak. Terserah padamu, dan juga pasangan hidupmu kau pilih sendiri”

Jeongmal, appa? Ohh aku senang sekali!! Kamshamnida appa!

Nae. Min Woo”

To Be Continued.... ^^



           kalau mau dilanjutin banyak banyak komen ya :) kamsahamnida udah mampir di blog sederhanaku ini.